tak bisa di jelaskan awal mulanya...
semuanya terjadi begitu saja..
aku sang nelayan dalam kehidupan, berniat untuk mencari sesuatu hal yg penting bagi jati diri.
aku mendayuh perahuku..tanpa persiapan yang cukup untuk perjalananku ini.
terus ku mendayuh...hingga aku terbawa arus dan terdampar di sebuar pulau kecil di luasnya laut kehidupan
aku menemukan kehidupan yang lain dan aku bahagia,aku senang.
SEJENAK.....aku nikmati semuanya. ada rasa bahagia, ada rasa sedih, rasa dimana aku nyaman berada disitu walopun terkadang aku merasakan gelap, hampa dan aku merasa tersesat..pulai itu indah, pulau itu begitu seakan nyata hingga ku tak pernah ada alasan tuk pergi lagi..
NAMUN... aku tersadar itu semua bukanlah yang aku butuhkan...itu hanya sekedar hal yang aku inginkan..
orangtua dan keluargaku tak menginginkan ku tuk berhenti disitu dan menikmati yang JELAS bukan untukku dan bukan untuk aku miliki...pulau itu pernah ada yang merawatnya walopun ada sisa - sisa pengrusakan oleh orang yang sempat menganggapnya "ITU MILIK DIA" tapi tak mengindahkannya dan hanya memilikinya. sayang, dan bodoh sekali orang yang meninggalkannya dengan serpihan-serpihan kehancuran.
Pemilik pulau yang sesungguhnya sungguh sangat merawatnya dan sungguh mengindahkannya, karena pulau itu yang menjadi tumpuan harapan dan tumpuan kehidupan beliau...
LALU...aku pun memutuskan untuk pergi meninggalkan pulau itu dengan kehidupan yang selayaknya dan keindahan pulau berserta isinya
aku mulai mendayuh lagi...walopun tak tentu arah...
kehidupan itu begitu luas dan panjang aku harus terus mendayuh perahuku..
MAAF...aku telah mengecewakan banyak orang yang menumpukan semua harapannya padaku sang nelayan kecil ini, mungkin perjalananku ini bukan untuk menyebuhkan kekecewaan semua tapi aku berusaha tuk memperbaikinya agar lebih baik dan lebih nyata..
Dengan tetesan air mata dan dengan rasa tak kuasa, aku mendayuh meneruskan perjalananku.
mungkin hanya keajaiban dan atas ridha Sang Haliq..aku bisa kembali kepulau itu dan menyusunnya membangunnya agar lebih indah atau aku akan menemukan pulau yang lain.
aku dayuh dan terus mendayuh...perahuku yang sempat terhenti...dan terbawa arus kenikmatan yang semu..
MAAF...tapi inilah yang harus di lakukan sang nelayan kecil yang penuh membawa harapan walopun tak tentu arah...
dalam kehidupan semuanya terbatas, waktu, tempat, perasaan, semuanya takkan ada yang abadi...
tapi kita mesti harus terus belayar....dipaksa oleh batasan yang ada...
* Maaf Almah. Ema & Alm,Bapa, Ema, Abah, Pulau N (berserta isinya), semoga kita bahagia.dan berkumpul di garis finish kehidupan....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar