
Cari Blog Ini
Air Mata Untuk Ayah
'Ayah, lihatlah air mtaku.Air mta anakmu yg slalu mencintaimu.Ayah slalu blang syang pdku tetapi ayah tidak menjaga ksehatan,membuat ayah mnjadi sakit, knp yah?Aku juga mencintaimu,Aku tidak ingin ayah pergi. Jika aku menangis, siapa yang akan mengusap air mataku? Jika aku kangen, siapa yg memelukku? Ayah tdk pnh menjawab setiap kali aku bertanya, ayah hanya trsenyum. Hatiku perih, ayah. Smua kenangan itu, senyuman itu slalu membuat berlinang air mataku, tidak da seorangpun yang dpt menghentikannya, krn aku rindu padamu, Ayah.Air mta ini tuk ayah..
UNtuk IBU...
Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku membesarkanku mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan hausta
tkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit bila aku terjatuh
bila aku menangis bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu
Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH juga kepada Ayah...!!!
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku membesarkanku mendidikku
hingga diriku telah dewasa
Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan hausta
tkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam
Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit bila aku terjatuh
bila aku menangis bila aku kesepian
Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku
Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu
Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku
Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga
Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu tiada terbalas
Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu
Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH juga kepada Ayah...!!!
MELUKIS RINDU AYAH
Jika angin menyapa rambutmu
Ku titipkan salam untukmu
Jika air mengalir di matamu
Ingin kukeringkan dengan hatiku
Langit yang aku pandang
Sama dengan langitmu
Dengan awan putihnya
Kulukis rinduku padamu
Ayah...
Lihatlah tangisku
Memimpikan dekapanmu lagi
Menginginkan cintamu kembali
Ku titipkan salam untukmu
Jika air mengalir di matamu
Ingin kukeringkan dengan hatiku
Langit yang aku pandang
Sama dengan langitmu
Dengan awan putihnya
Kulukis rinduku padamu
Ayah...
Lihatlah tangisku
Memimpikan dekapanmu lagi
Menginginkan cintamu kembali
Puisi untuk Ayah dan Ibu
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.
Amin Ya Rabbul Alamin..
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.
Amin Ya Rabbul Alamin..
Bukan Begini Seharusnya Aku Mengingat Ibu
SOAL SESAL. Waktu tak
ada padaku, waktu aku tak
ada. Waktu Ibu belum
duniakan aku. Waktu nanti
bumi jadi rahim ibuku.
PADAHAL PEDIH.
Melanglang lengang, aku
di padang pedang. Tubuh
basah, terbasuh darah.
Tak sudah sedih, tak
punah pedih, Ibu.
PERIHAL PERIH. Kau
tak membagi sakit itu, Ibu,
padaku yang menjerit
juga, seperi kau halau
aku dari rahim rayamu.
Doa Yang Jomblo
bismillahirrohmaanirrohiim.....
Ya ALLAH yang Maha Pengasih
... aku percaya,
dengan kasihMU,
Engkau ciptakan setiap MakhlukMU berpasangan-pasangan
begitu juga aku, bukan?
Ya ALLAH yang Maha Pemurah
Aku yakin dengan kemurahanMU ,
Engkau tak kan membiarkanku sendiri
tuk meniti kehidupanku sampai akhir Hayat
Ya Rabb,,,
lisan Lelah tuk berkata "tidak"
kepada mereka yg ingin menawarkan ♥ semu,
namun hati tak mau "iya"
untuk menerima tawarannya
karena imanku masih ingin menunggu ♥ halal
Aku mohon ya Rabb..
Pertemukanlah Hamba
hanya pada dia, pilihanMU
karena Hamba takut ucapan "tidak"
menyakiti hati yg tertolak
Gerakkan Hati
hanya untuk dia, yg Kau Pilih
dan biarkan hanya dia yg kan menghampiriku
hanya dia......
Ya Rabb...
berjalannya waktu penantianku,
pantaskan aku tuk menyambut kedatangannya
tebalkan imanku, ketika Kau kan mengantar dia
kepadaku, hanya kepadaku
~Aamiin~
* Menunggu memang melelahkan, membutuhkan kekuatan iman, kesabaran, harapan dan kepastian......Namun semua "keindahan" harus ditunggu karena ALLAH dengan Maha BesarNYA memiliki alasan penting mengapa kita harus Menunggu ^____^*
Ya ALLAH yang Maha Pengasih
... aku percaya,
dengan kasihMU,
Engkau ciptakan setiap MakhlukMU berpasangan-pasangan
begitu juga aku, bukan?
Ya ALLAH yang Maha Pemurah
Aku yakin dengan kemurahanMU ,
Engkau tak kan membiarkanku sendiri
tuk meniti kehidupanku sampai akhir Hayat
Ya Rabb,,,
lisan Lelah tuk berkata "tidak"
kepada mereka yg ingin menawarkan ♥ semu,
namun hati tak mau "iya"
untuk menerima tawarannya
karena imanku masih ingin menunggu ♥ halal
Aku mohon ya Rabb..
Pertemukanlah Hamba
hanya pada dia, pilihanMU
karena Hamba takut ucapan "tidak"
menyakiti hati yg tertolak
Gerakkan Hati
hanya untuk dia, yg Kau Pilih
dan biarkan hanya dia yg kan menghampiriku
hanya dia......
Ya Rabb...
berjalannya waktu penantianku,
pantaskan aku tuk menyambut kedatangannya
tebalkan imanku, ketika Kau kan mengantar dia
kepadaku, hanya kepadaku
~Aamiin~
* Menunggu memang melelahkan, membutuhkan kekuatan iman, kesabaran, harapan dan kepastian......Namun semua "keindahan" harus ditunggu karena ALLAH dengan Maha BesarNYA memiliki alasan penting mengapa kita harus Menunggu ^____^*
Perubahan Diri
Berikut adalah 101 pertanyaan untuk membuat hidup anda luar biasa
- Apa yang saya inginkan?
- Untuk hal-hal apa saja saya berterima kasih?
- Apakah yang hilang dalam hidup saya?
- Apakah saya melihat hal-hal baru di dunia ini setiap hari?
- Apakah saya menyediakan sedikit waktu untuk mendengarkan orang lain?
- Apakah saya cukup bersenang-senang?
- Bagaimana saya menjadikan hidup ini lebih ceria?
- Apa yang saya inginkan lebih dalam hidup?
- Apa yang tidak terlalu saya inginkan dalam hidup?
- Apakah saya selalu mencari peluang-peluang?
- Apakah saya menangkap peluang-peluang yang ada?
- Apakah saya mempunyai pikiran yang terbuka?
- Apakah saya cukup fleksibel?
- Apakah saya cepat menghakimi orang lain?
- Apakah saya selalu memperhitungkan resiko?
- Apakah saya tulus memuji orang lain?
- Apakah saya menghargai apa yang orang lain lakukan untuk saya?
- Ke tempat mana sajakah saya ingin pergi?
- Siapa sajakah orang yang ingin saya jumpai?
- Petualangan apa sajakah yang ingin saya ikuti?
- Apakah saya peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya?
- Apakah saya cepat tersinggung?
- Apakah yang membuat saya bahagia?
- Apakah hal yang saya tunda?
- Apakah saya selalu memikirkan diri sendiri?
- Apakah saya suka menyimpan dendam?
- Apakah saya selalu mengingat-ngingat masa lalu?
- Apakah saya membiarkan pikiran negatif orang lain mempengaruhi saya?
- Apakah saya bisa memaafkan diri sendiri?
- Apakah saya cukup sering tersenyum?
- Apakah saya cukup sering tertawa?
- Apakah saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang positif?
- Apakah saya orang yang positif?
- Apakah saya menyediakan cukup waktu untuk merawat diri?
- Apakah ambisi rahasia saya?
- Apakah yang ingin orang-orang ingat tentang saya di akhir hidup nanti?
- Apakah arti sukses untuk saya?
- Bagaimana saya dapat memberi arti bagi hidup orang lain?
- Bagaimana saya dapat melayani sesama?
- Hal apakah yang dapat saya lakukan lebih baik dibandingkan orang lain?
- Apakah 3 kekuatan terbesar saya?
- Apakah saya bergerak menuju ke pencapaian mimpi-mimpi saya?
- Apakah saya menceritakan pada orang lain apa yang sungguh-sungguh saya inginkan dalam hidup?
- Seperti apakah rupa hari yang indah menurut saya?
- Ingin seperti apakah anda 1 tahun lagi? 5 tahun lagi? 10 tahun lagi? 20 tahun lagi?
- Seperti apakah bentuk lingkungan untuk hidup yang baik menurut saya?
- Apakah yang ingin saya perbuat jika saya tidak mempunyai rasa takut?
- Apakah yang ingin saya perbuat jika uang bukanlah hal yang penting?
- Alasan-alasan apa sajakah yang sering saya ucapkan?
- Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sehari-hari?
- Apakah saya berada di jalan yang benar?
- Apakah saya meyayangi diri sendiri?
- Apakah saya baik pada orang lain?
- Apakah saya mengambil sesuatu tanpa imbalan?
- Apakah saya sedang melakukan hal yang paling penting saat ini?
- Apakah ada hal-hal dalam hidup yang perlu saya beri perhatian lebih?
- Apakah saya sudah menggunakan waktu saya dengan sebaik-baiknya?
- Apakah yang bisa saya lakukan saat ini yang dapat membuat perbedaan terbesar dalam hidup?
- Apakah yang sedang saya hindari?
- Hal-hal apa sajakah yang saya bisa bertoleransi?
- Apakah saya membuat tujuan-tujuan yang jelas dengan batas waktu pencapaiannya?
- Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada diri sendiri?
- Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada orang lain?
- Jika saya ingin kehidupan saya sempurna, apakah yang harus saya rubah?
- Apakah yang sedang saya cari sungguh-sungguh saat ini?
- Bagaimana saya membuat hidup saya lebih sederhana?
- Kegiatan apa saja yang saya lakukan tetapi saya tidak menikmatinya? Apakah kegiatan tersebut sungguh-sungguh harus dilakukan? Dapatkan saya mendelegasikannya atau membayar orang lain untuk melakukan itu?
- Apakah saya melihat diri saya sebagai seorang yang cukup kreatif?
- Apakah saya membiarkan diri saya untuk menjadi orang yang kreatif?
- Dapatkah saya menjadi seseorang yang spontan?
- Apakah saya terlalu kritis pada diri sendiri?
- Apakah saya terlalu kritis pada orang lain?
- Apakah saya dapat melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda?
- Hal-hal apa sajakah yang telah saya selesaikan?
- Hal-hal apa sajakah yang menjadi sumber stress dalam hidup?
- Bagaimana saya dapat mengurangi stress dalam hidup?
- Kemana sajakah uang saya dipergunakan?
- Bisakah saya mengelola keuangan saya?
- Punyakah saya rencana keuangan untuk masa depan?
- Untuk apa sajakah waktu saya dipergunakan?
- Sudahkah saya membuat sistim pengelolaan waktu yang efisien?
- Apakah 3 prioritas terbesar saya dalam hidup?
- Siapakah orang terpenting dalam hidup saya?
- Siapakah yang mencintai saya?
- Siapakah yang peduli kepada saya?
- Untuk siapakah anda bekerja keras?
- Apakah tempat tinggal dan lingkungan kerja saya telah diatur sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan pada saya?
- Apakah saya mempunyai pola hidup yang sehat?
- Apakah saya sering terbawa emosi?
- Apakah saya dapat melupakan kesalahan-kesalahan yang telah saya buat di masa lalu?
- Apakah saya mengijinkan diri saya untuk melakukan kegagalan?
- Apakah saya mempelajari kegagalan-kegagalan saya?
- Apakah saya cepat menanggapi ketika sesuatu berjalan tidak semestinya?
- Apakah keyakinan-keyakinan saya telah bekerja dengan baik?
- Apakah saya melonggarkan aturan-aturan yang telah saya buat untuk diri sendiri dan orang lain?
- Apakah impian masa kecil saya yang terlupakan?
- Siapa sajakah idola/tokoh yang saya tiru?
- Apakah saya asli? Apakah saya menjadi diri saya sendiri atau sedang mencoba menjadi seseorang yang lain?
- Bagaimana jika …?
- Mengapa tidak …?
- Bagaimana saya dapat …?
Bundaku Menangis?
Seorang anak kecil bertanya pada Tuhannya, "Rabbi, Mengapa Bundaku sering menangis?"
Allah menjawab, "Karena ibumu seorang wanita. Aku menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa. Aku kuatkan bahunya untuk menyangga dunia, Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman, Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan benih manusia, Dan Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah, Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra-putrinya, Aku tanamkan rasa sayang yang akan meninabobokan anaknya dan berbagi cerita dengan putra-putrinya yang beranjak dewasa, Aku beri dia kekuatan memikul beban keluarga tanpa mengeluh, Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi mesti disakiti,oleh putra-putrinya sekalipun, Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya, Aku beri dia kebijaksanaan untuk mengerti,bahwa suami yang baik tak kan pernah menyakitinya, tapi kadang itu hanya ujian apakah dia wanita setia. Bundamu,makhluk yang sangat kuat, Jika kau lihat bunda menangis, karena Aku beri dia air mata, Yang bisa digunakan sewaktu-waktu, Untuk membasuh luka batinnya dan memberikan kekuatan baru."
Allah menjawab, "Karena ibumu seorang wanita. Aku menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa. Aku kuatkan bahunya untuk menyangga dunia, Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman, Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan benih manusia, Dan Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah, Aku beri dia rasa sensitif untuk mencintai putra-putrinya, Aku tanamkan rasa sayang yang akan meninabobokan anaknya dan berbagi cerita dengan putra-putrinya yang beranjak dewasa, Aku beri dia kekuatan memikul beban keluarga tanpa mengeluh, Aku kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi mesti disakiti,oleh putra-putrinya sekalipun, Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya, Aku beri dia kebijaksanaan untuk mengerti,bahwa suami yang baik tak kan pernah menyakitinya, tapi kadang itu hanya ujian apakah dia wanita setia. Bundamu,makhluk yang sangat kuat, Jika kau lihat bunda menangis, karena Aku beri dia air mata, Yang bisa digunakan sewaktu-waktu, Untuk membasuh luka batinnya dan memberikan kekuatan baru."
Rizki Alloh
- Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”
Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)
- Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
- Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.
- Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."
Juga firman Allah yang lain,artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)
- Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.
- Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)
Dhu'afa' (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.
- Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,
"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Al-Sofwah( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”
Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)
- Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
- Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.
- Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."
Juga firman Allah yang lain,artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)
- Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.
- Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)
Dhu'afa' (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.
- Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,
"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Al-Sofwah( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )
Ayah.....
Ayah
Setiap anak pasti selalu bilang bahwa lelaki paling sempurna dan paling hebat adalah ayahnya sendiri. Memang tak bisa dipungkiri, hal itu benar. Ayah, lelaki paling bijak di dunia ini. Membawa ketenangan dalam hati dan hari-hari kita.
Ayah dari mulai aku di kandungan sampai kini aku beranjak dewasa, tidak berubah.
Ayah tetap ayah yang kukenal yang selalu memberikan dorongan positif bagi hari-hariku.
Ayah yang membangunkanku di kala dini hari untuk memanjat syukur dan doa. Hinggi kini itu semua tetap sama.
Ayah menemaniku lebih lama dari ibu.
Sejak kecil ayah lebih dekat denganku, seakan ingin membuatku seperti dirinya.
Ayah mengajarkan banyak hal yang menurutku sulit untuk dilakukan.
Saat kecil, ku ingin bisa berdiri dan menggapai sesuatu, ayah membantu.
Ayah menopangku, ayah memegang jari jemari tanganku dan terus menyemangatiku.
Ayah tak lelah untuk membuatku bisa berdiri, berjalan dan kemudian berlari.
Ayah membantu membuat impianku jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanku untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ya, ayah adalah pengabul keinginanku ketika kecil dan masih sampai sekarang.
Ayahku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya.
Ayah yang dulu tak didampingi kakekku ketika kecil karena kesibukan kakek, sekarang memilih untuk menemaniku agar aku tidak merasakan kesepian.
Ayah tidak ingin aku lebih tergantung pada siapapun termasuk dirinya.
Tapi ayah selalu menginginkanku untuk tetap membutuhkan kehadirannya walaupun dia tak menunjukan itu semua.
Ayah hanya menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang aku sukai dan membuat pekerjaan yang tidak akau sukai disimpan di urutan paling belakang.
Ketika aku mulai anak-anak dan berjalan menuju remaja, tanpa ku ketahui ayah mengawasiku lebih dari sebelumnya.
Berbeda cara ketika kecil, ayah menjaga dan mengawasiku dari samping dan depan, sekarang ayah ada di belakang.
Ayah tidak ingin langkahku salah, ayah yang akan menarikku dari belakang ketika akan melangkah ke jalan yg salah.
Ayah tidak akan memanjakanku ketika aku sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu aku membutuhkannya.
Ayah penjaga terbaik di dunia, ayah yang selalu siap mengawasiku.
Dari mulai aku pergi pagi-pagi dengan seragam putih merah, lalu berganti putih biru dan kemudian putih abu, ayah selalu ada bersamaku.
Ayah mengikuti langkahku , menemani ketika aku terjatuh dan ketika aku berkibar.
Ketika aku menangis dengan membawa nilai-nilaiku yang jelek, ayahku hanya tersenyum dan memangkuku, berbicara , "tidak apa-apa, sesekali saja, nanti harus bagus", ayah kasih senyumannya.
Begitulah katanya menenangkanku dan membuat aku tersenyum kembali.
Lalu ketika aku berkibar dengan hasil yang memuaskan, ayah ada disana, mendampingiku dengan bangga dan selalu menebar senyum ke orang lain menunjukan bahwa di sampingnya itu adalah putri terbaiknya yang ia sayangi.
Ayah akan selalu memelihara senyum dan candaanya meski ia telah menua, itu semua agar kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah tidak pernah marah, terkecuali jika aku telah melewati batas aturan mainnya.
Ayah tidak marah jika aku pulang sore karena bermain basket, atau pulang malam karena menonton final, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya ini menginap di rumah teman.
Ayah selalu berkata, "kamu punya rumah, kamu punya ayah, dan kenapa kamu bersama orang lain ?"
Aku tidak bermaksud seperti itu, aku sedih dan mulai saat itu aku selalu menolak ajakan temanku untuk menginap di rumah mereka.
Tapi ayah juga pernah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan".
Aku tidak akan pernah dan tidak akan sanggup jika kehilangan ayah. Maka aku menuruti aturan ayah.
Ketika mulai dewasa, ayah mengajariku berkendaraan roda empat.
Ayah mengajariku seperti bukan kepada anaknya, ayah mengajariku seperti ayah mengajari orang lain, itu tampak berbeda.
Tapi ayah tetap punya tujuan mulia, ia hanya ingin melihatku menguasai dengan baik sehingga ia tidak akan terlalu ketakutan jika tiba-tiba anak gadisnya itu mencuri kunci mobilnya malam-malam kemudian pergi begitu saja
Ayah lebih bangga pada prestasiku, daripada prestasinya sendiri.
Ayah hanya menyalamiku ketika pertama kali kamu aku pergi merantau meningalkan rumah, karena mungkin jika dia sampai memeluk ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
*Nb : Didekasikan untuk ayahku tercinta

Setiap anak pasti selalu bilang bahwa lelaki paling sempurna dan paling hebat adalah ayahnya sendiri. Memang tak bisa dipungkiri, hal itu benar. Ayah, lelaki paling bijak di dunia ini. Membawa ketenangan dalam hati dan hari-hari kita.
Ayah dari mulai aku di kandungan sampai kini aku beranjak dewasa, tidak berubah.
Ayah tetap ayah yang kukenal yang selalu memberikan dorongan positif bagi hari-hariku.
Ayah yang membangunkanku di kala dini hari untuk memanjat syukur dan doa. Hinggi kini itu semua tetap sama.
Ayah menemaniku lebih lama dari ibu.
Sejak kecil ayah lebih dekat denganku, seakan ingin membuatku seperti dirinya.
Ayah mengajarkan banyak hal yang menurutku sulit untuk dilakukan.
Saat kecil, ku ingin bisa berdiri dan menggapai sesuatu, ayah membantu.
Ayah menopangku, ayah memegang jari jemari tanganku dan terus menyemangatiku.
Ayah tak lelah untuk membuatku bisa berdiri, berjalan dan kemudian berlari.
Ayah membantu membuat impianku jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanku untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ya, ayah adalah pengabul keinginanku ketika kecil dan masih sampai sekarang.
Ayahku ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya.
Ayah yang dulu tak didampingi kakekku ketika kecil karena kesibukan kakek, sekarang memilih untuk menemaniku agar aku tidak merasakan kesepian.
Ayah tidak ingin aku lebih tergantung pada siapapun termasuk dirinya.
Tapi ayah selalu menginginkanku untuk tetap membutuhkan kehadirannya walaupun dia tak menunjukan itu semua.
Ayah hanya menyuruhku mengerjakan pekerjaan yang aku sukai dan membuat pekerjaan yang tidak akau sukai disimpan di urutan paling belakang.
Ketika aku mulai anak-anak dan berjalan menuju remaja, tanpa ku ketahui ayah mengawasiku lebih dari sebelumnya.
Berbeda cara ketika kecil, ayah menjaga dan mengawasiku dari samping dan depan, sekarang ayah ada di belakang.
Ayah tidak ingin langkahku salah, ayah yang akan menarikku dari belakang ketika akan melangkah ke jalan yg salah.
Ayah tidak akan memanjakanku ketika aku sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu aku membutuhkannya.
Ayah penjaga terbaik di dunia, ayah yang selalu siap mengawasiku.
Dari mulai aku pergi pagi-pagi dengan seragam putih merah, lalu berganti putih biru dan kemudian putih abu, ayah selalu ada bersamaku.
Ayah mengikuti langkahku , menemani ketika aku terjatuh dan ketika aku berkibar.
Ketika aku menangis dengan membawa nilai-nilaiku yang jelek, ayahku hanya tersenyum dan memangkuku, berbicara , "tidak apa-apa, sesekali saja, nanti harus bagus", ayah kasih senyumannya.
Begitulah katanya menenangkanku dan membuat aku tersenyum kembali.
Lalu ketika aku berkibar dengan hasil yang memuaskan, ayah ada disana, mendampingiku dengan bangga dan selalu menebar senyum ke orang lain menunjukan bahwa di sampingnya itu adalah putri terbaiknya yang ia sayangi.
Ayah akan selalu memelihara senyum dan candaanya meski ia telah menua, itu semua agar kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah tidak pernah marah, terkecuali jika aku telah melewati batas aturan mainnya.
Ayah tidak marah jika aku pulang sore karena bermain basket, atau pulang malam karena menonton final, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya ini menginap di rumah teman.
Ayah selalu berkata, "kamu punya rumah, kamu punya ayah, dan kenapa kamu bersama orang lain ?"
Aku tidak bermaksud seperti itu, aku sedih dan mulai saat itu aku selalu menolak ajakan temanku untuk menginap di rumah mereka.
Tapi ayah juga pernah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan".
Aku tidak akan pernah dan tidak akan sanggup jika kehilangan ayah. Maka aku menuruti aturan ayah.
Ketika mulai dewasa, ayah mengajariku berkendaraan roda empat.
Ayah mengajariku seperti bukan kepada anaknya, ayah mengajariku seperti ayah mengajari orang lain, itu tampak berbeda.
Tapi ayah tetap punya tujuan mulia, ia hanya ingin melihatku menguasai dengan baik sehingga ia tidak akan terlalu ketakutan jika tiba-tiba anak gadisnya itu mencuri kunci mobilnya malam-malam kemudian pergi begitu saja
Ayah lebih bangga pada prestasiku, daripada prestasinya sendiri.
Ayah hanya menyalamiku ketika pertama kali kamu aku pergi merantau meningalkan rumah, karena mungkin jika dia sampai memeluk ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
*Nb : Didekasikan untuk ayahku tercinta
Hawa...
Hawa,
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang solehah buat kedua ibu bapamu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau masih ibu, didiklah anakmu sehingga dia tidak gentar memperjuangkan ad-din Allah.
Hawa,
Andai engkau belum berkahwin jangan kau risau jodohmu , ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan dimulakan sebuah pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata jatuh ke hati, maka lahirnya senyuman maka tercetusnya salam dan sekaligus disususli dengan pertemuan takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.
Hawa…
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannnya, lelaki yang warak tdak menilai wanita melalui keayuannya, kemajaannya, serta kemampuannya mengoncang iman lelaki. Tetapi lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan yang penting pegangan agamanya. Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang warak juga tidak mahu bermain cinta kerana dia tahu apa matlamat dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita yakni sebuah perkahwinan.
Oleh itu hawa,
Jagalah pandanganmu, awasilah auratmu, peliharalah akhlakmu , kuatkan pendirianmu. Andai ditakdirkan tiada cinta daripada adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah memenuhi dan menyinari kekosongna jiwamu, biarlah hanya cinta daripada kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu , cukuplah sekadar cinta adik- beradik serta keluarga yang membahagiakan dirimu.
Hawa…..
Cintailah Allah di kala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta daripada insan yang juga menyintai Allah. Cintailah kedua ibu bapamu kerana kau akan perolehi keredhaan Allah.Cintailah keluargamu kerana kau tak akan jumpa cinta yang bahagia selain dari cinta keluarga. Janganlah sesekali tangan yang mengoncang dunia juga yang mengoncang iman lelaki.
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang solehah buat kedua ibu bapamu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau masih ibu, didiklah anakmu sehingga dia tidak gentar memperjuangkan ad-din Allah.
Hawa,
Andai engkau belum berkahwin jangan kau risau jodohmu , ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan dimulakan sebuah pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim kerana aku khuatir dari mata jatuh ke hati, maka lahirnya senyuman maka tercetusnya salam dan sekaligus disususli dengan pertemuan takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.
Hawa…
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannnya, lelaki yang warak tdak menilai wanita melalui keayuannya, kemajaannya, serta kemampuannya mengoncang iman lelaki. Tetapi lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya dan yang penting pegangan agamanya. Lelaki yang baik juga tidak menginginkan pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya kerana dia takut memberi kesempatan kepada syaitan untuk mengodanya. Lelaki yang warak juga tidak mahu bermain cinta kerana dia tahu apa matlamat dalam sebuah pertemuan lelaki dan wanita yakni sebuah perkahwinan.
Oleh itu hawa,
Jagalah pandanganmu, awasilah auratmu, peliharalah akhlakmu , kuatkan pendirianmu. Andai ditakdirkan tiada cinta daripada adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah memenuhi dan menyinari kekosongna jiwamu, biarlah hanya cinta daripada kedua ibu bapamu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu , cukuplah sekadar cinta adik- beradik serta keluarga yang membahagiakan dirimu.
Hawa…..
Cintailah Allah di kala susah dan senang kerana kau akan memperolehi cinta daripada insan yang juga menyintai Allah. Cintailah kedua ibu bapamu kerana kau akan perolehi keredhaan Allah.Cintailah keluargamu kerana kau tak akan jumpa cinta yang bahagia selain dari cinta keluarga. Janganlah sesekali tangan yang mengoncang dunia juga yang mengoncang iman lelaki.
Langganan:
Postingan (Atom)








